Orang boleh saja egois, cuek terhadap orang lain. Namun ketika ia dihadapkan pada kebutuhan untuk menghidupkan darah dagingnya, maka seseorang akan berjuang tanpa ampun terhadap dirinya sendiri. Dorongan inilah yang membuat Tan Haryanto pada tahun 1999 pulang dari Jakarta ke Semarang.
”Pada awal 2000, selepas sebagai koordinator pemasaran Susan Foto di Jakarta, aku mencoba melamar ke beberapa perusahaan, dan akhirnya Nasmoco menjadi pilihan saya dan di tempatkan ke Nasmoco Kaligawe. Sekarang dari 7 orangyang diterima,tinggal saya dan PakNanang tim Dyna” kata suami dari Listyani Wibowo
Nopember (2006) ini sudah 31 tahun ia menjadikan NRM (Nasmoco) sebagai sawah ladangnya. Sederhana dan bicara lembut merupakan ciri kas ibu empat anak ini. Sangat menarik biladiajak bicara tentang hidup ini. Karena menurut isteri dari Achmad Tukiran, pensiunan pegawai PLN, hidup ini indah mengapa harus dibuat sia- sia.Bagi Bu Fajarwati (24 Maret)demikiannama yang selama 31 tahun akrab ditelinga sebagian orang yang berkantor di Pemuda 72 Semarang. “Hidup ini harus diisi dengan hal yang berguna baik untuk diri sendiri maupun orang lain khususnya keluarga sendiri” ujarnya.Bapak Achmad dan Ibu Fajarwati membuktikan itu dengan mengantar anak- anaknya ke kehidupan yang lebih baik. Dua orang dokter lulusan Undip, satu calon sarjana akuntasi Undip dan bungsu sarjana teknologi kelautan ITB.
Berbicara dengan Sardjono Purba,, kepala cabang Nasmoco Kaligawe, terasa sekali kemampuan manuver helikopter viuw dan human touch nya memang hebat. Ia bisa bicara cari visi hingga ke rumah karyawan yang masih memprihatinkan.Ketika saya memasuki ruangannya ia sedang asyik di depan computer. “Saya sedang mencocokan stok…pak Martin” inilah pemandangan yang saya percaya menjadi aktifitas Sardjono setiap harinya.
Banyak yang tidak mengetahui, tidak pula muncul kabar di berita Nasmoco tentang Ferdian Hendrawan, tetapi ia ternyata bagaikan muatiara yang mucul dari dalam lumpur. Seorang anak muda yang ketika bergabung dengan Nasmoco Pemuda pada tangga1 Agustus2006baru usianya 22 tahun. Memulai karier masuk ke divisi angker kelas berat yaitu divisi Dyna. Ketika itupun penjualan Dyna masih sangat sulit. Selama 4 bulan pertama ia belum bisa menjual, tetapi ketika berhasil menjual satu unit pertama, ia kemudian melesat sehingga menjadi juara duapenjualan Dyna pada kontes nasional penjualan Dyna pada tahun 2007yang diselenggarakan oleh PT TAM.
“Body paint lagi naik daun ya pak, ditulis terus” sindir beberapa orang teknisi, mengomentari ketika saya bermaksud menulis profil bagian Body dan Paint. Terlepas setuju atau tidaktetapi bagiku, Nasmoco Kaligawe memilikikeunggulan dalam hal ini, karena menjadi juara Indonesia berturut turut . Sungguh beralasankarena menunjukan prestasi yang luar biasa, sudah 3 orang, 2 dari paint dan seorang dari repair mewakili ToyotaIndonesia ke Grand Prix Toyota Asia Pasifik. Hasilnya tetap membanggakan, karena keluar sebagai juara dua dari 11negara peserta.