|
Dwi Aprianto Wibowo Juara 2 |
|
|
|
|
Written by Martin T Teiseran
|
|
Wednesday, 24 February 2010 |
|
Dwi Aprianto Wibowo Yakobus kelahiran 8 April 1979 adalah model manusia yang tidak pernah puas atas hasil pekerjaannya. Kendati ia selalu bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan atas semua kemurahanNya. Ia juga kritis melihat masalah, suatu saat ia datang kepada saya dan memberikan masukan bahwa training leadership, baru sampai pada penjelasan, belum ada trik untuk bagaimana mengatasi masalah di lapangan, khususnya menyangkut maslah SDM atau menghadapi keluhan pelanggan. Sepak terjangnya ternyata merubah bengkel Nasmoco Kaligawe. “TPS BP 9 jam selesai, merupakan gebrakan Pak Antok. Kami sadar ketika itu bahwa pelanggan sudah melakukan proses pembayaran asuransi sendiri, sehingga kami tinggal mengerjakan saja. Dengan ketentuan kerusakan max 3 panel dan 30 % kerusakan dan tidak perlu ganti komponen. Awalnya, karena penumpukan pekerjaan dan flow pekerjaan tidak teratur. Pak Antok membentuk tim, setelah survey kami menemukan 9 pos, maka jadilah istilah 9 jam selesai. Teman teman mau ikut, pertama karena mereka karyawan baru yang masih muda dan energik. Hasilnya, unit entry 2007 – 2008, dari 3.276, 3.613 dan 3.808 “ ujar Sumarmo Estimator BP |
|
|
Mengapa Toyota selalu bertumbuh? |
|
|
|
|
Written by Martin T Teiseran
|
|
Saturday, 06 February 2010 |
|
Ini menjadi pertanyaan umum, bagaimana Toyota mencapai puncak, sebagai pabrikan mobil no 1 dunia. 3 profesor penulis buku Extreme Toyota membuat kesimpulan bahwa ternyata, “Kekuatan folosofi para pendirilah sebagai perekat yang mempersatukan para karyawan, dealer, pemasok dan saling mengkaitan tugas mereka” Filosofi ini berhasil penyatukan kekuatan jajaran karyawan Toyota dan berakar dalam diri mereka hingga saat ini. Sejak Sakichi Toyoda dan pendiri lainnya seperti Kiichiro Toyoda, Shataro Kamiya, Taiichi Ohno sampai ke Fujio Cho merekaselalu mengingatkan 4 filosofi dasar ini. · Esok akan lebih baik dari hari ini. · Setiap orang sebaiknya memang. · Customer pertama, dealer kedua dan pabrikan terakhir. · Genchi-genbutsu (pergi dan lihatlah sesuatu oleh Anda sendiri secara langsung) |
|
Last Updated ( Saturday, 06 February 2010 )
|
|
|
Ahmad Nur Riza Top of The Best |
|
|
|
|
Written by Martin T Teiseran
|
|
Saturday, 06 February 2010 |
|
Bagi Nur Riza, menjual mobil Toyota adalah pilihan hidupnya. Oleh karena itu, 100 % ia focus untuk bisa menjual Toyota. Apa saja yang diperkirakan bisa “dimanfaatkan” maka tidak segan segan dan tanpa malu ia “manfaatkan” untuk menjual mobil. “Habitku ini, berawal dari rasa bingung ketika pertama harus menjual mobil. Saya tidak tahu harus bagaimana karena belum pernah bergerak dalam bidang marketing. Saya datangi semua toko besi di Yogyakarta. Setiap hari tidak kurang dari 25 toko besi saya berikan liflet dan daftar harga. Ada yang mau berbasa basi dengan saya setelah menerima penawaran saya, tetapi banyak juga yang mencuekan saya. Bagi saya, hal itu tidak saya masukan di hati dan tidak merasa malu. Pikir saya, suatu saat, ketika mereka membutuhkan mobil, pasti mereka ingat saya dan tinggal cari kartu namanya” ujarnya. Kalau sudah berhasil mendapatkan DO, maka kepada pembeli unit itu ia minta referensi. Herannya, ia dengan mudah bisa mendapatkan referensi. Saat ini sudah banyak referensi yang ia dapat, dan kini penjualannya bergulir seperti bola salju yang terus membesar. |
|
|
Written by Martin T Teiseran
|
|
Tuesday, 12 January 2010 |
|
Jarang terjadi, karyawan Nasmoco/ New Ratna Motor masuk dalam pemberitaan nasional, namun kali ini sungguh terjadi. Majalah SWA yang menjadi pengulas utama perkembangan SDM, Bisnis, dan berbagai segi pengelolaan perusahaan yang sering manampilkan tokoh tokoh bisnis nasional seperti TP Rachmat, Sukamdani, Ibnu Soetowo (alm), Rini Suwandi, Ciputra, FX Sri Martono, Jhoni Darmawan dan sebagainya, kali ini menampilkan sosok Marendra Noviansyah. Rendra (tamatan Psikologi UGM) panggilan akrab di Nasmoco menjadi model “Sosok sosok Pemimpin SDM Masa Depan” adalah section head HRD PT New Ratna Motor Semarang.  |
|
|
Written by Martin T Teiseran
|
|
Monday, 11 January 2010 |
|
Kita mestinya berterima kasih kepada Kaisar Romawi Julius Caesar yang sudah memperbaiki sistem penanggalan menjadi 365 hari dan ¼ hari dan kepada Paus Gregorius XIII yang mengeluarkan maklumat pada Konsili Nicea I memaklumkan Penanggalan Gregorian yang digunakan sebagai penanggalan internasional hingga saat ini. Mengapa? Karena bila tidak ada ketentuan hari, bulan dan tahun kita tidak punya alat ukur sejauh mana kemajuan kita, setua apa usia kita. Kecuali indikasi bahwa rambut memutih dan kegagalan. Dan bisa merencanakan apa rencana tahun depan. Tidak mengherankan pada bulan Nopember dan Desember setiap orang atau perusahaan maupun institusi melakukan, trining, rapat-rapat untuk menyusun rencana kerja termasuk rencana anggaran. Beberapa contoh, tahun depan berapa market share yang ingin di capai oleh Nasmoco. Akhir tahun 2010 akan menurunkan berat badan dari 80 kg menjadi 63 kg karena menyadari akan ancaman kematian akibat serangan jantung yang semakin tinggi. Atau bada bulan Januari 2010 akan berdamai dengan saudara karena kalau tidak, bisa tidak masuk surga karena masih punya musuh. Pada bulan Juni tahun 2010 akan mengganti atap rumah yang sudah dimakan rayap karena terancam oleh atap ambruk yang akan mencelakakan keluarga ketika sedang tidur nyenyak. Orang orang bijak mengatakan “Wong punya perencanaan saja masih gagal apalagi yang tidak punya rencana” |
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>
|
| Results 1 - 9 of 26 |